top of page

Perfume - COSMIC EXPLORER (2016)


Yeay! Akhirnya Universal Music Indonesia kembali merilis album Perfume!

Tracklist:

1. "Navigate"

2. "Cosmic Explorer"

3. "Miracle Worker"

4. "Next Stage With You"

5. "Story"

6. "Flash" (Album-mix)

7. "Sweet Refrain" (Album-mix)

8. "Baby Face"

9. "Tokimeki Lights" (Album-mix)

10. "Star Train" (Album-mix)

11. "Relax in the City"

12. "Pick Me Up"

13. "Cling Cling" (Album-mix)

14. "Hold Your Hand"

Album ini dibuka dengan track instrumental ‘Navigate’ yang sangat bernuansakan futuristik dengan suara synthnya yang khas. Dilanjutkan dengan track ‘Cosmic Explorer’ yang drums, cymbal-nya terasa sangat artificial dan alunan synthnya entah kenapa membuat saya teringat dengan a-ha, apa Pet Shop Boys, bahkan Yellow Magic Orchestra. Terkesan vintage. Sedangkan track ‘Miracle Worker’ merupakan track yang sebagaimananya Perfume. Fresh, melodinya manis, dengan penggunaan sampler tipikal pop EDM kekinian, lalu pemakaian autotune-nya tebal sekali. Track ini setipe dengan lagu ‘Toumei Ningen’ di single ‘Pick Me Up/Relax in The City’ mereka, lah. Lalu tibalah ke track ‘Next Stage With You’. Track ini merupakan track yang paling menarik buat saya, karena ada alunan gitarnya. Melodinya fresh dan beatnya pop banget, tapi bukan pop yang manis ala Japanese Pop umumnya yang biasanya cutesy, tapi lebih berkesan fresh dan youthful. Dari sini, langsung berlanjut ke track ‘STORY’, yang merupakan track banger. Nge-trance banget, bisa dibilang hampir industrial. Untuk intro, dibuka dengan suara bising mesin-mesin untuk agak lama. Bener-bener seperti track yang biasanya dibawakan di club-club. Vibe-nya juga agak dark, dan terasa sangat intense. Saya jadi teringat akan Armin van Buuren di lagu ini.

Selanjutnya, ada ‘FLASH (Album-mix)’, yang merupakan remix version, karena totally rearranged. Beda dengan track album-mix lainnya yang biasanya cuma edit version. Jujur saya gak suka sama yang versi ini. Terlalu maksa, dan terasa tidak pas, karena dibuat agak lebih light. Mengingatkan saya akan Zedd. Saya lebih suka dengan versi aslinya yang lebih menghentak, lebih tajam, dan lebih intense. Lebih berisik. Sementara itu, tak ada perubahan yang signifikan pada track ‘Sweet Refrain (Album-mix)’. Perubahan hanya ada pada penggunaan beat, drums yang diextend jadi sepanjang lagu, ditambahkannya alunan gitar hanya dalam satu bagian, dan melodi di bagian intro-nya juga berbeda. Beralih ke track ‘Baby Face’ yang lebih terkesan laidback baik melodi dan permainan synthnya, dan lagi-lagi ditemani oleh alunan gitar. Kesan yang ditonjolkan di track ini ya, house yang agak ngepop dan lebih natural.

Selanjutnya, ada ‘TOKIMEKI LIGHTS (Album-mix)’ yang jujur saya gak tau bedanya apa sama yang asli. Terasa hampir tak ada perubahan. Yang jelas, track ini merupakan track electro-bubblegum pop yang upbeat Dilanjutkan dengan track ‘STAR TRAIN (Album-mix)’, yang pada awalnya lebih natural, jadi lebih intense synth-nya. Padahal dari intro-nya yang hanya alunan perkusi saja, saya expect kalau yang versi ini akan lebih natural, walaupun, yah, tetap, maksimal sekali penggunaan autotune-nya. Gak bisa dikatakan natural juga, tapi ya, namanya juga Perfume.

Selanjutnya, ada track ‘Relax in The City’ dan disusul oleh ‘Pick Me Up’ yang gak penting karena kedua track itu merupakan single mereka sebelum ‘FLASH’ yang orang-orang sudah banyak tau seperti apa lagunya. Pokoknya yang ‘Pick Me Up’ ini beatnya progressive, ‘Relax in The City’, mah, melempem. Lalu tibalah pada ‘Cling Cling (Album-mix)’ yang aransemennya jadi lebih rapi daripada aslinya. Aslinya mengecewakan sekali. Beatnya terkesan ganjil, synthesizer, drum, sama melodi tidak harmonis, dan breakdown beat-nya mengganggu sekali. Sebetulnya perubahannya tidak begitu besar, tapi terdengar lebih mendingan, walaupun masih kacau.

Lalu terakhir, ada lagu ‘Hold Your Hand’ yang juga merupakan side-track dari single ‘Cling Cling’. Lagu ini juga agak kurang penting untuk dibahas. Lagu ini hanya tipikal bubblegum synthpop yang juga terkesan lebih laidback yang akan mengingatkan kita dengan lagu-lagu Vocaloid.

Secara keseluruhan, album ini terkesan lebih western-esque musiknya. Agak kontras dengan Perfume yang biasanya dengan musik synth-techno-pop yang Jepang banget dan mengingatkan dengan soundtrack game. Mungkin karena Perfume kini lebih go international dan albumnya dirilis di berbagai benua. Walaupun begitu, saya sebetulnya kecewa karena original track dari album itu hanya 42%, sisanya merupakan single-single dari Perfume yang rilis terdahulu di tahun belakangan ini. Namun, tetap saja ini masih menjadi album yang menarik karena image Perfume berbeda dalam album ini, bahkan saya lebih menyukai album ini daripada album sebelumnya, LEVEL3. Album ini lebih fresh walaupun agak mengecewakan.

Recent Posts
Search By Tags
No tags yet.
bottom of page